Makalah kemahasiswaan publick speaking UKM TAEKWONDO PPNP
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG.................................................................... 1
B. RUMUSAN
MASALAH................................................................ 1
C. TUJUAN.......................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFENISI
MHASISWA................................................................ 2
BAB III PEMBAHASAN
A. Peran,Fungsi
dan Sifat Mahasiswa.................................................. 3
B. Jenis
– jenis Mahasiswa.................................................................... 5
C. Karakteristik
Mahasiswa Ideal......................................................... 7
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................... 10
B. Saran................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 11
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatu....
Salam Tekwondo!!!....
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa
karena berkat Dialah sehingga kami mampu menyelesaikan pennyusunan makalah Publick speaking ini, sebagai syarat
dalam memperoleh NRA (Nomor Registrasi Anggta). Shalawat dan salam tetap kita
kirimkan kepada Baginda Muhammad SAW beserta keluarga, dan para sahabat-sahabat nya. Ucapan terima
kasih juga kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
Makalah ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa UKM TAEKWONDO mempumyai
slogan, olah pikir, olah rasa dan olah raga, dan melalui kegiatan Publick Speaking ini di harapkan agar ke depannya Anggota UKM
TAEKWONDO memiliki bekal untuk bersaing di luar, dan akhirnya kami memohon maaf
yang sebesar besarnya jika dalam penyusunan Makalah ini masih banyak kekurangan
karena kami hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, maka dari itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar
kedepannya nanti kami dapat memperbaiki kesalahan kami. Kurang lebihnya mohon
di maafkan
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatu.......
Penulis
HALAMAN
PENGESAHAN
1.
Judul makalah : Kemahasiswaan
2.
Kelompok : 9
3.
Bidang kegiatan : Publick speaking
4.
Ketua kelompok :
Ketua
kelompok :
NIM
:
Jurusan
:
No
telp/Hp :
5.
Anggota kelompok :
6.
Pendamping :
Nama
lengkap :
Nim
:
Jurusan
:
7.
Organisasi :
Menetujui
Ketua kelompok Pendamping
Nim : NRA
:
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Mahasiswa
adalah salah satu elemen penting yang diharapakan dapat melakukan perubahan dan
memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa dan negaranya. Menjadi mahasiswa
seharusnya menjadi langkah awal yang nyata untuk melakukan perubahan. Rasa
idealisme yang ada pada diri mahasiswa sudah seharusnya di dukung oleh seluruh
masyarakat sebagai salah satu alat aspirasi masyarakat untuk membawa bangsa ke
arah yang lebih baik. Namun melihat fenomena yang ada sekarang ini, pemerintah
cenderung mematikan karakter para mahasiswa dengan menerapkan
kurikulum-kurikulum yang sekuler yang menjadikan mahasiswa sibuk mementingkan
kepentingan dirinya sendiri yakni bagaimana cara mendapat nilai yang baik,
lulus tepat waktu, dan bekerja di perusahaan dengan mendapat gaji besar, bahkan
saat ini mahasiswa lebih merasa bangga ketika mereka lulus dan bekerja di
negara asing. Tidakkah mereka ingin memberikan kontribusinya kepada bangsa ini?
Mereka dididik di tanah air hanya untuk melakukan perbaikan di negara lain.
Sungguh itu merupakan realita yang menyedihkan. Pemerintah yang merasa
kedaulatannya terancam oleh semangat dan rasa idealisme tinggi para mahasiswa
kini menerapkan kurikulum-kurikulum sekuler menjadikan mahasiswa disibukkan
dengan kepentingan materi kuliah sehingga mahasiswa tidak lagi peduli terhadap
apa yang terjadi di lingkungan mereka. Hal ini yang menjadikan mahasiswa
Indonesia seperti hidup dalam pemerintahan yang dikatator.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan
mahasiswa ?
2. Sebutkan dan jelaskan peranan,
fungsi, dan sifat mahasiswa ?
3. Sebutkan
jenis-jenis mahasiswa di Indonesia ?
4. Sebutkan dan
jelaskan karakteristik mahasiswa yang ideal ?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui
apa yang dimaksud dengan mahasiswa.
2. Untuk
mengetahui peranan, fungsi, dan sifat mahasiswa.
3. Dapat
mengetahui jenis-jenis mahasiswa di Indonesia.
4. Dapat
mengetahui karakteristik mahasiswa yang ideal.
5. Untuk memenuhi
salah satu tugas public speaking disalah satu organisasi intra kampus.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Definisi Mahasiswa
Definisi
mahasiswa menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997), bahwa
mahasiswa merupakan individu yang belajar di perguruan tinggi. Montogmery dalam
Papalia dkk (2007) menjelaskan bahwa perguruan tinggi atau universitas dapat
menjadi sarana atau tempat untuk seorang individu dalam mengembangkan kemampuan
intelektual, kepribadian, khususnya dalam melatih keterampilan verbal dan
kuantitatif, berfikir kritis dan moral
reasoning.
Mahasiswa
merupakan satu golongan dari masyarakat yang mempunyai dua sifat, yaitu manusia
muda dan calon intelektual, dan sebagai calon intelektual, mahasiswa harus
mampuu untuk berfikir kritis terhadap kenyataan sosial, sedangkan sebagai
manusia muda, mahasiswa seringkali tidak mengukur resiko yang akan menimpa
dirinya (Djodjodibroto, 2004). Mahasiswa dalam perkembangannya berada pada
kategori remaja akhir yang berada dalam rentang usia 18-21 tahun (Monks dkk,
2001). Menurut Papalia, dkk. (2007), usia ini berada dalam tahap perkembangan
dari remaja atau adolescence menuju
dewasa muda atau young adulthood.
Pada usia ini, perekembangan individu ditandai dengan pencarian identitas diri,
adanya pengaruh dari lingkungan, serta sudah mulai membuat keputusan terhadap
pemilihan pekerjaan atau karirnya.
Lebih
jauh, menurut Ganda (2004), mahasiswa adalah individu yang belajar dan menekuni
disiplin ilmu yang ditempuhnya secara mantap, dimana didalam menjalani
serangkaian kuliah itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa itu sendiri,
karena pada kenyataannya diantara mahasiswa ada yang sudah bekerja atau
disibukkan oleh kegiatan kemahasiswaan.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Peran,
Fungsi dan Sifat Mahasiswa
Mahasiswa
adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut
atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat
disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit
itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat
administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian
yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri. kemahasiswaan,
berasal dari sub kata mahasiswa. sedangkan mahasiswa terbagi lagi menjadi dua
suku kata yaitu maha dan siswa,. maha artinya "ter" dan siswa artinya
"pelajar" jadi secara pengartian mahasiswa artinya terpelajar.
maksudnya bahwa seorang mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang yang ia
pelajari tapi juga mengaplikasikan serta mampu menginovasi dan berkreatifitas
tinggi dalam bidang tersebut. Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu
kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab
yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa
perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang
dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
Sebagai
mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang
melekat pada diri mahasiswa, misalnya:
a. Direct Of Change, mahasiswa
bisa melakukan perubahan langsung karena sdmnya yg banyak.
b. Agent Of Change, mahasiswa
agent perubahan,maksudnya sdm-sdm untuk
melakukan perubahan.
c. Iron Stock, sumber daya
manusia dari mahasiswa itu tidak akan pernah
habis.
d. Moral Force, mahasiswa
itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
e. Social Control, mahasiswa
itu pengontrol kehidupan sosial,contoh
mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan
masyarakat.
Namun secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan
fungsi yang sangat penting bagi mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa
dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu
tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai indidu untuk dapat
menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup
dalam masyarakat.
Kedua, adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga
memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak
hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi
lingkungan sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang
disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut
dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar
mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang
lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan.
Secara formal, ciri-ciri seorang mahasiswa yaitu
memiliki kartu mahasiswa sebagai simbol dan legitimasinya. Namun secara
filosofis ciri-ciri seorang mahasiswa sebagai berikut:
a.
Rasional
b.
Radikal
c.
Cerdas
d.
Idealis
e.
Inovatif
f.
Kritis
g.
Kreatif
h.
Revolusioner
i.
Intelek
j.
Militan
Ciri-ciri yang disebutkan diatas hanyalah sekelumit
dari sekian banyak ciri-ciri mahasiswa yang menjadikan mahasiswa tidak hanya
sebagai kaum intelektual tapi juga sebagai sosial kontrol dalam suatu
komunitas.
Sebagai mahasiswa, tidak hanya harus mengenal
identitasnya, tapi juga harus mengetahui tipenya. Pluralitas lingkungan yang
membentuk mahasiswa menjadikan tipe dan karakter mahasiswa berbeda-beda. Secara
umum tipe dan karakter mahasiswa dapat dibagi sebagai berikut :
a.
Tipe Akademik
Mahasiswa
yang hanya memfokuskan diri pada kegiatan akademik dan cenderung apatis
terhadap kegiatan kemahasiswaan dan kondisi masyarakat.
b.
Tipe
Organisatoris
Mahasiswa
yang memfokuskan diri pada kelembagaan baik didalam maupun diluar kampus, peka
terhadap kondisi sosial dan cenderung tidak mengkonsentrasikan diri pada
kegiatan akademik.
c.
Tipe Hedonis
Mahasiswa
selalu mengikuti trend dan mode tapi cenderung apatis terhadap kegiatan
akademik dan kemahasiswaan.
d.
Tipe Aktivis
Mahasiswa
Mahasiswa
yang memfokuskan diri pada kegiatan akademik kemudian berusaha
mentrasformasikan “kebenaran ilmiah” yang didapatkan ke masyarakat melalui
lembaga dan sebagainya dan berusaha memperjuangkannya.
B. Jenis-jenis Mahasiswa di Indonesia
1. Kupu-kupu Mati

Kupu-kupu Mati (Kuliah pulang, Kuliah Pulang Makan Tidur ) adalah jenis
mahasiswa yang mana kesehariannya tak berisi apapun. Pada pagi hari mereka akan
masuk kuliah dan saat kuliah selesai, mereka akan kembali ke kos-an untuk tidur
kembali. Begitulah alur hidupnya setiap harinya sampai wisuda (kalau wisuda).
2. Kura-kura

Kura-kura
(Kuliah Rapat, Kuliah Rapat) adalah jenis mahasiswa yang kesehariannya diisi
dengan rapat. Banyaknya organisasi yang diikuti, membuatnya layaknya orang yang
sangat sibuk. Setelah jam kuliah selesai, jam kososng pun digunakan untuk
rapat. Bahkan terkadang seseklai jam kuliah pun digunakan untuk rapat.
3. Kunang-kunang

Kunang-kunang (Kuliah Nangkring, Kuliah Nangkring) adalah jenis mahasiswa
yang kesehariannya dihabiskan untuk nongkrong. Tak kenal subuh atau malam,
waktunya pun habis dengan secangkir kopi dan sebungkus rokok.
4.
Kuda

Kuda (Kuliah Dagang) aadalah jenis mahasiswa yang kesehariannya digunakan
unutuk berdagang, mulai dari capuccino cincau, dan lain-lain. Berdagang
pun menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk bisa terus melanjutkan kuliah.
Terkadang juga ada sebagian dari mereka yang berdagang hanya untuk mengisi
kekosongan waktunya.
5. Kutu

Dan yang terakhir ini adalah jenis mahasiswa yang paling unik. Kutu (Kuliah
Turis) adalah jenis mahasiwa yang kelakuannya tak jauh beda dengan turis.
Hari-hari kuliahnya dihiasi dengan mendaki, exploring pantai, wisata kuliner,
dan lain-lain.
C. Karakteristik Mahasiswa Ideal
Karakteristik mahasiswa ideal
adalah mahasiswa yang ikut andil untuk melakukan gerakan perubahan secara
signifikan dan memiliki idealisme tinggi. Masih ingatkah kata-kata Soekarno
ketika sedang berorasi, “Berikan saya sepuluh pemuda maka akan saya goncangkan
dunia ini”. Begitu dahsyatnya kekuatan pemuda. Oleh sebab itu, pemuda adalah
ujung tombak perubahan bangsa. Di pundak pemudalah ditopangkan tanggung jawab
yang besar akan masa depan bangsa yang lebih baik. Untuk itu, pemuda memang harus
memiliki idealisme yang tinggi dan memunculkan idealisme itu membutuhkan
karakteristik sebagai penunjang. Karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang
mahaiswa ideal adalah 1) beriman, 2) bersemangat, 3) banyak membaca, 4)
waspada, 5) memiliki orientasi yang jelas, 6) bermanfaat bagi orang lain, 7)
pandai menyesuaikan diri, 8) peduli terhadap lingkungan, 9) berpikir jernih,
10) kreatif, 11) inovatif, 12) disiplin. 13) memiliki cita-cita yang tinggi,
14) berpendirian kokoh, dan 15) rendah hati. Berdasarkan unsur-unsur
karakteristik di atas bahwa mahasiswa ideal harus beriman. Iman merupakan
kompas dalam mengarungi samudera kehidupan.
Ketika mahasiswa sudah memiliki
iman, tentulah ia tidak akan tersesat dengan mudahnya di persimpangan antara
panggilan hati dan kehendak nafsu. Remaja itu sensitif terhadap perkembangan
zaman, jadi peran iman sebagai kompas dalam hidup seorang mahasiswa sangatlah
penting. Karakteristik kedua adalah bersemangat. Semangat sangatlah
mempengaruhi suasana lingkungan.
Ketika ada satu saja mahasiswa
yang bersemangat, secara otomatis ia bisa menularkan semangatnya kepada
mahasiswa lain. Ketika semua pemuda sudah bersemangat, semua tujuan yang ingin
diraih pasti bisa menjadi kenyataan.
Karakteristik ketiga banyak
membaca. Ingat membaca adalah jendela dunia. Semakin banyak mahasiswa membaca
semakin luas pula wawasan dan ilmu yang didapat. Dengan ilmu yang memadai kita
bisa bersaing dengan mahasiswa lain baik di wilayah regional, nasional, maupun
internasional. Seorang mahasiswa harus waspada dalam menjalankan segala
aktifitasnya. Seperti yang kita ketahui jiwa pemuda itu sangatlah bergejolak
dan susah sekali untuk dibendung. Jika tidak ada sikap waspada dalam diri
mahasiswa untuk mengontrol sikap yang bisa dikategorikan agresif ini, bisa saja
timbul kekacauan dan berakhir pada pemberontakan.
Karakteristik kelima adalah
memiliki orientasi yang jelas. Jika pandangan yang mendasari pikiran sudah
jelas, pastilah rencana untuk progres kedepannya akan berjalan lancar dan tidak
ada lagi keraguan saat menjalankannya. Dengan demikian, hasil yang dicapai akan
maksimal dan perjuangan yang dilakukan tidak akan sia-sia. Manusia yang baik
adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Begitu juga seharusnya seorang
mahasiswa ideal harus bermanfaat bagi orang lain. Ketika mahasiswa sudah bisa
memberikan manfaat untuk orang lain disekitarnya, berarti ia sukses dalam
pendidikannya dan begitulah seharusnya seorang mahasiswa sejati. Pandai
menyesuaikan diri (fleksibelitas) adalah sifat yang harus dimiliki oleh
mahasiswa karena mahasiswa akan dihadapkan pada banyak lingkungan dengan
situasi dan kondisi yang berbeda. Fleksibelitas akan sangat dibutuhkan oleh
mahasiswa, tanpa hal tersebut mahasiswa akan sangat sulit untuk mengekspos
bakat yang dimilikinya karena tidak ada respon dari lingkungan sekitar
disebabkan ketidakmampuan menyesuaikan diri. Dengan demikian, tujuan akhir yang
sudah ditargetkan akan sulit untuk dicapai.
Karakteristik yang kedelapan
adalah peduli terhadap lingkungan. Sepintar dan secerdas apapun seorang
mahasiswa jika tidak perduli terhadap lingkungan sekitarnya percuma saja. Dia
tidak akan pernah dianggap ada dalam lingkungannya sehingga ilmu yang seharusnya
bisa bermanfaat menjadi sia-sia saja dan mahasiswa seperti ini bukanlah
mahasiswa ideal.
Selanjutnya karakteristik yang
kesembilan adala berpikir jernih. Seorang mahasiswa harus selalu menjaga pola
pikirnya dari hal-hal negatif agar pola pikir tetap jernih. Pola pikir yang
jernih, sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dalam menimba ilmu karena dengan pola
pikir jernih, pelajaran lebih mudah diserap dan mahasiswa tidak akan gegabah
dalam mengambil keputusan. Kreatif adalah hal yang harus dimliki oleh mahasiswa.
Memiliki daya cipta yang tinggi akan sangat membantu mahasiswa dalam
menjalankan aktivitasnya. Kekreatifan bagi mahasiswa adalah kebutuhan primer
karena dalam kemajuan zaman sekarang ini dalam masyarakat hal itulah yang
dituntut dan diperlukan untuk membentuk sumber daya yang berkualitas. Disamping
kreatif seorang mahasiswa juga harus inovatif. Mahasiswa harus mampu
menciptakan hal-hal baru dalam berbagai aspek untuk memenuhi tuntutan zaman
saat ini. Dengan inovasi mahasiswa bisa melakukan perubahan besar tidak hanya
pada dirinya sendiri tapi juga pada lingkungannya, jika hal tersebut dilakukan
secara bersungguh-sungguh.
Karakteristik yang keduabelas
adalah disiplin. Kedisiplinanlah yang menentukan sukses atau tidaknya
seseorang. Ketika mahasiswa sudah disiplin dalam menuntut ilmu tentulah dalam
pengaplikasian ilmu tersebut nantinya mereka juga akan disiplin sehingga generasi
yang tercipta berikutnya akan jauh lebih baik. Karakteristik ketigabelas adalah
memiliki cita-cita yang tinggi. Seseorang yang memiliki cita-cita tinggi pasti
memiliki dedikasi yang tinggi dalam hidupnya. Dengan dedikasi yang tinggi akan
menjadikan pemuda bertanggung jawab terhadap tugasnya dan menghasilkan hal-hal
yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Memiliki pendirian yang kokoh adalah
karakter mahasiswa ideal. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pemuda
adalah ujung tombak perubahan bangsa, jika pemuda tidak memiliki pendirian yang
kokoh maka ia akan mudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman tanpa mengindahkan
lagi tujuan yang hendak dicapais ehingga bisa mengakibatkan kekacauan. Oleh
karena itu, pendirian yang kokoh haruslah dimiliki semua mahasiswa.
Karakteristik terakhir yang harus
dimiiki oleh mahasiswa ideal adalah rendah hati. Semakin banyak ilmu yang
didapat dan semakin luas wawasan yang diperoleh tidak akan menjadikan tinggi
hati. Mahasiswa yang ideal itu menganut ilmu padi. Semakin berisi semakin
merunduk. Dengan tercapainya pemenuhan kelimabelas karakteristik mahasiswa
ideal maka akan terciptalah generasi-generasi penerus bangsa yang benar-benar
mampu dan berpotensial untuk menyandang predikat generasi penerus bangsa. Namun
gejolak jiwa yang masih labil sering sulit dibendung sehingga menjadi salah
satu faktor penghambat pengembangan karakteristik itu. Disinilah dibutuhkan
indikator-indikator mahasiswa ideal sebagai pengontrol dan sebagai alat untuk
mengantisipasi, serta sebagai media untuk menyalurkan potensi yang bergejolak
itu sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan diri
mahasiswa itu sendiri.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mahasiswa menurut Kamus Lengkap
Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997), bahwa mahasiswa merupakan individu yang
belajar di perguruan tinggi.
Mahasiswa merupakan satu golongan
dari masyarakat yang mempunyai dua sifat, yaitu manusia muda dan calon
intelektual, dan sebagai calon intelektual, mahasiswa harus mampuu untuk
berfikir kritis terhadap kenyataan sosial, sedangkan sebagai manusia muda,
mahasiswa seringkali tidak mengukur resiko yang akan menimpa dirinya. Mahasiswa dalam perkembangannya
berada pada kategori remaja akhir yang berada dalam rentang usia 18-21 tahun.
B. Saran
Setelah pembaca
membaca makalah ini, semoga apa yang telah disampaikan penulis dapat
diaplikasikan. Terutama bagi seorang mahasiswa.
Komentar
Posting Komentar